Original Article

Daya hambat ekstrak buah mengkudu terhadap pertumbuhan Candida albicans

Muhammad Ilyas

Muhammad Ilyas
Bagian Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia. Email: jdmfs.fkgunhas@gmail.com
Online First: April 30, 2008 | Cite this Article
Ilyas, M. 2008. Daya hambat ekstrak buah mengkudu terhadap pertumbuhan Candida albicans. Journal of Dentomaxillofacial Science 7(1): 7-12.


Mengkudu contains saponin, flavanoid, atsiri oil and alkaloid that stated as antibacterial
and antifungal. This study was a laboratory experimental with time series design that
used rejuvenatal Candida albicans as subjects and was held in Microbiology Laboratory
of Medical Faculty of UNHAS. This study was to find out the minimal inhibiting
concentration and force of mengkudu based on growth concentration of Candida
albicans. SPSS program version 11.5 with Kruskal-Wallis test and Mann Witney test are
used for data analysis. The result was Candida albicans had minimal inhibiting
concentration at 12% and the maximal at 16%.

References

Indiani SR, Soeprapto H. Efek perasan buah mengkudu sebagai perendam resin akrilik terhadap keberadaan Candida albicans. Majalah Kedokteran Gigi FKG Unair. Edisi Khusus Temu Ilmiah Nasional III; 2003. p.13.

Toni H. Mengkudu; khasiat dan peluang usahanya. Semarang: CV. Aneka Ilmu; 2003.p. 1, 5, 6, 22-3.

Boedirahardjo R, Dewanti I. Kemampuan Morinda citrifolia L dalam menurunkan sel radang pada rongga mulut mencit yang diinduksi luka tusuk. Majalah Kedokteran Gigi FKG Unair. Edisi Khusus Temu Ilmiah Nasional IV; 2005. p. 321-5.

Sjabana D, Bahalwan RR. Pesona tradisional dan ilmiah mengkudu. Jakarta: Penerbit Salemba Medika; 2002. p. 2, 4, 6, 7, 9-11, 378, 45.

Nasution MA. Beberapa macam infeksi jamur pada rongga mulut, kulit dan kelamin.Wahana Medik 1990; 4 (9): 14.

Rahayu RP, Rahardjo MB. Prevalensi infeksi Candida pada penderita diabetes mellitus. Majalah Kedokteran Gigi. Edisi Khusus Temu Ilmiah Nasional IV; 2005. p. 218.

Winasa IG. Prevalensi Candida albicans pada Panti Werda di Bali. Majalah Kesehatan Gigi Indonesia 1997 ; 1(4): 24.

Jawetz, Melnick, Adelberg. Mikrobiologi kedokteran. Edisi 20. Alih Bahasa: Nugroho E, Maulani RF. Jakarta: EGC ; 1997. p.627.

Zhang W. Tahitian noni juice is Included. Available at: http://www.prweb.com/releases. Diakses: 14 Juli 2005.

Sabir A. Pemanfaatan flavonoid di bidang kedokteran gigi. Majalah Kedokteran Gigi. Edisi Khusus Temu Ilmiah Nasional IV; 2005;p.81.

Anonim. Tanaman obat Indonesia. Available at : http://www.iptek.net.id. Diakses : 17 Maret 2005.

Ying WM, West BJ, Jensen CJ, Nowicki D, Chen SU, Palu AK. Morinda citrifolia (Noni): A literature review and recent advances in noni research. Available at: http://www.noniland.com. Diakses: 7 Maret 2005.

Lestari RP, Regina TC, Tandelilin, Handajani J. Efektifitas minyakat siri lengkuas putih (Alpinia galanga)terhadap pertumbuhan Candida albicans 302 yang resisten multiantibiotik. Indonesian J Dent 2005; 12

(1): 25.

Anonym. Mengkudu (Morinda citrifolia L.). Available at:

http://www.tempointeraktif.com/kliniknet/ artikel/mengkudu. Diakses: 7 Maret 2005.

Siswomihardjo W. Saponin getah Plumeria acuminate ait. Sebagai alternatif bahan devitalisasi jaringan pulpa gigi. Majalah Kedokteran Gigi. Edisi Khusus Temu Ilmiah Nasional IV; 2005. p.13.

Anonym. Saponin. Available at: http//www.micro.magnet.fsu.edu/phytochemical/ pages/saponin.html. Diakses: 3 Agustus 2005.


No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 1636
PDF Downloads : 1389

Related Articles

Search Authors in












  • Muhammad Ilyas

  • Muhammad Ilyas

  • Muhammad Ilyas